Indonesia adalah negara besar yang memiliki sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) berlimpah. Hal ini merupakan potensi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju di dunia. Namun, sampai saat ini, Indonesia masih masuk dalam kategori negara berkembang yang terus berupaya membebaskan diri dari sejumlah masalah domestik, terutama terkait dengan peningkatan kualitas SDM. Masalah kualitas SDM tersebut berpotensi menghambat kemajuan Indonesia.
Pendidikan menjadi prioritas utama dalam upaya membangun dan meningkatkan kualitas manusia. Dalam upaya ini diperlukan sarana dan prasarana serta kemauan dan kesiapan setiap individu untuk melibatkan diri, berpikir maju dan mengembangkan kompetensi diri. Peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan, berkaitan erat dengan tingkat minat baca. Hasil survei beberapa lembaga menunjukkan tingkat minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Bahkan di bawah rata-rata tingkat minat baca negara Asia lainnya.
Menurut survei yang dilakukan oleh organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan PBB (UNESCO) tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara di dunia pada level literasi baca. Secara nasional, tidak sampai satu judul buku yang dibaca seseorang dalam setahun. Hasil survei UNESCO, daerah di Indonesia yang minat bacanya paling tinggi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan indeks baca 0,049. Sedangkan di provinsi Kalimantan Barat sendiri menduduki peringkat 28 dari 34 provinsi dengan minat baca terendah. Hasil-hasil survei tersebut menunjukkan gentingnya persoalan minat baca dan literasi di Indonesia terutama Kalimantan Barat.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk mencapai 270.234.842 jiwa, peringkat keempat dari segi jumlah penduduk terbanyak di dunia, dari segi minat baca dan HDI Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara lain. Namun hal tersebut bukanlah hal yang mustahil jika kita secara bersama-sama dan berupaya melakukan berbagai hal bahkan yang out of the box, kita bisa meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat.
Dengan menyelenggarakan program “Kampung Literasi” diharapkan bisa menjadi poros pendidikan non-formal masyarakat yang tidak hanya mengajarkan membaca, menulis dan berhitung (calistung), namun bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah rendahnya pengetahuan dan minat baca masyarakat. Kampung Literasi dikembangkan agar masyarakat, memiliki 6 kecakapan literasi, yaitu literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), literasi keuangan serta literasi budaya dan kewarganegaraan. Kegiatan membaca menjadi awal dan pondasi dari berbagai kegiatan literasi lainnya agar masyarakat memiliki pemahaman yang utuh serta membentuk masyarakat pembelajar sepanjang hayat.
Oleh karena itu TBM Fitrah Berkah Insani bekerja sama dengan CSR PLN Peduli ikut mensukseskan salah satu program pemerintah dalam meningkatkan Literasi dan minat baca masyarakat dengan menyelenggarakan Program Kampung Literasi yang dinamai “Kalise (Kampung Literasi Selamat)” atau bisa juga disebut “Kali Selamat (Kampung Literasi Selamat)”.
Lalu Apa Manfaat dari adanya Program Kampung Literasi Selamat?
Adanya Kalise ini dapat menjadi sarana mengembangkan pengetahuan dan potensi masyarakat setempat sehingga memiliki pemahaman yang luas, kecakapan literasi dan kompetensi yang memadai. Masyarakat dapat mengeksplorasi dan memberdayakan semua potensi yang dimiliki daerah, baik potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia secara maksimal untuk mendukung kemajuan masyarakat dan daerahnya. Masyarakat di Kampung Literasi Selamat(Kalise) juga dapat mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat. Hal ini tidak hanya melestarikan dan menghidupkan kearifan lokal, namun juga bisa menciptakan kawasan kampung yang memiliki ciri khas tersendiri. Program Kampung Literasi Selamat ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi pemerintah daerah untuk diterapkan dan dikembangkan di desa/daerah lainnya.
Bagaimana sahabat semua? tertarik dengan program kalise? atau masih belum mendapat gambaran penuh nih dari Kampung Literasi Selamat? Hehe.. Tenang aja! Nanti di kesempatan selanjutnya akan admin ceritain deh berbagai aktivitas masyarakat kampung literasi selamat. Hm.. gimana kalau part selanjutnya kita ngebahas keseruan adek-adek di Kalise aja? kira-kira mereka bakal ngapain ya hehe



Tidak ada komentar:
Posting Komentar